Koordinasi PIC Tracer Study Perkuat Sinergi Program Studi dalam Meningkatkan Partisipasi Alumni – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Koordinasi Person in Charge (PIC) Tracer Study Program Studi pada Selasa (7/7/2026) di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Lantai 4 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini diikuti oleh PIC tracer study dari berbagai program studi sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan capaian pengisian tracer study alumni.

Dalam arahannya, Ketua LPM UIN Walisongo, Dr. Saminanto, S.Pd., M.Sc., menegaskan bahwa tracer study merupakan instrumen penting dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Selain menjadi salah satu indikator dalam proses akreditasi, tracer study juga berfungsi untuk mengukur ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), tingkat kesesuaian lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta masa tunggu alumni dalam memperoleh pekerjaan.

Dr. Saminanto juga menjelaskan bahwa pelaksanaan tracer study telah terintegrasi dengan sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Data yang dihasilkan menjadi bagian dari informasi yang dimanfaatkan dalam proses akreditasi oleh BAN-PT, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara optimal, akurat, dan sesuai kondisi riil.

Pada sesi berikutnya, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si., selaku Kepala Pusat Pendampingan dan Pengembangan Mutu Mahasiswa dan Alumni, menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh program studi dalam mendampingi alumni. Menurutnya, program studi memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan alumni sehingga berperan penting dalam meningkatkan partisipasi pengisian tracer study.

Ia menjelaskan bahwa salah satu kendala yang sering dihadapi adalah alumni yang belum memperoleh pekerjaan merasa kesulitan dalam mengisi tracer study. Oleh karena itu, LPM bersama Walisongo Career Center (WCC) terus mengembangkan berbagai layanan pendampingan karier, seperti penyebaran informasi lowongan pekerjaan, pelatihan, serta berbagai informasi pengembangan kompetensi bagi alumni.

WhatsApp Image 2026 07 07 at 14.30.271

Selain itu, program studi diharapkan dapat berkontribusi dengan membagikan informasi lowongan pekerjaan maupun peluang kerja sama kepada WCC agar dapat diteruskan kepada alumni.

Pendekatan personal kepada alumni dinilai lebih efektif dibandingkan penyampaian informasi secara massal karena mampu membangun kepercayaan dan meningkatkan respons alumni.

Menurut Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, tracer study akan menghasilkan siklus yang saling menguatkan. Alumni yang merasakan manfaat layanan karier akan lebih terdorong untuk mengisi SiTrace, sehingga kualitas data tracer study semakin baik. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi WCC maupun program studi untuk terus meningkatkan layanan dan kualitas lulusan.

Kegiatan ditutup dengan sesi teknis pengisian tracer study bagi PIC Program Studi dan alumni yang dipandu oleh Kirana Nur Lyansari, M.A.. Melalui simulasi penggunaan sistem SiTrace pada laman https://sitrace.walisongo.ac.id/, peserta memperoleh pemahaman mengenai mekanisme pengisian, pendampingan kepada alumni, serta pemanfaatan fitur-fitur yang tersedia dalam sistem.

Melalui koordinasi ini, LPM berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara LPM, Walisongo Career Center, dan seluruh program studi dalam meningkatkan partisipasi alumni pada tracer study. Dengan data yang semakin berkualitas, hasil tracer study diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum, peningkatan mutu lulusan, dan penguatan daya saing alumni UIN Walisongo di dunia kerja.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *