LP2M UIN Walisongo Matangkan Persiapan Pelaksanaan KKN MIT Ke-22 dan MMK Tahun 2026 melalui Workshop Pemberdayaan – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Workshop Pemberdayaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 dan Multidisiplin Mahasiswa Kolaboratif (MMK) Tahun 2026 sebagai bagian dari pembekalan bagi 444 mahasiswa peserta KKN. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus III UIN Walisongo Semarang pada Kamis (09/07/2026) ini diikuti oleh mahasiswa yang akan ditempatkan pada 213 posko KKN MIT dan 9 posko KKN MMK di berbagai wilayah.

Workshop ini bertujuan memberikan bekal kepada mahasiswa agar siap melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, baik dari aspek pemberdayaan, administrasi, perlindungan sosial, publikasi kegiatan, maupun kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PPM) LP2M UIN Walisongo Semarang, Moh. Masrur, M.Ag., membuka rangkaian workshop dengan menyampaikan kebijakan pelaksanaan KKN MIT Ke-22 dan MMK Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi agen pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Pada sesi berikutnya, Munfa’ati, S.Pd.I., M.M., menyampaikan materi mengenai Pola Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan Penyediaan Bantuan Transportasi KKN MIT Ke-22 dan MMK Tahun 2026. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai mekanisme administrasi keuangan, tata cara penyusunan SPJ yang sesuai ketentuan, serta prosedur pengelolaan bantuan transportasi selama pelaksanaan KKN. Pembekalan ini diharapkan mampu meningkatkan tertib administrasi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan di lapangan.

WhatsApp Image 2026 07 10 at 14.32.021

Selanjutnya, Lutfi Ramdhani, S.T. dari BPJS Kesehatan menyampaikan materi Literasi Kesehatan yang berfokus pada hak dan manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan bagi mahasiswa peserta KKN. Dalam paparannya, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan kesehatan selama menjalankan pengabdian di masyarakat, mekanisme pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan, serta berbagai manfaat yang dapat diperoleh apabila membutuhkan pelayanan kesehatan selama masa KKN.

WhatsApp Image 2026 07 10 at 14.32.01

Materi mengenai publikasi kegiatan disampaikan oleh Shodiqin, M.Pd., selaku tim redaksi media online. Ia memberikan pembekalan tentang teknik penulisan berita, dokumentasi kegiatan, pengelolaan konten media digital, serta strategi publikasi yang efektif agar berbagai program dan capaian KKN dapat terdokumentasi dan tersampaikan kepada masyarakat secara luas.

Sesi terakhir diisi oleh Izzuddin Latif, S.H., M.H., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperlitbang) Kabupaten Kendal. Ia membawakan materi bertajuk “Kolaborasi Mahasiswa dan Pemerintah Desa dalam Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa yang Mandiri, Sehat, dan Inovatif.”

WhatsApp Image 2026 07 10 at 14.32.022

Dalam paparannya, Izzuddin menekankan bahwa keberhasilan program KKN sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Mahasiswa didorong untuk melakukan pemetaan potensi desa, mengidentifikasi permasalahan yang ada, serta menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga mampu mendorong terwujudnya desa yang mandiri, sehat, inovatif, dan berkelanjutan.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai strategi pelaksanaan program, tata kelola administrasi, pemanfaatan layanan kesehatan, teknik publikasi kegiatan, hingga penguatan kemitraan dengan pemerintah desa sebagai mitra utama dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan pembekalan ini, LP2M UIN Walisongo Semarang berharap seluruh peserta KKN MIT Ke-22 dan MMK Tahun 2026 memiliki kesiapan akademik, administratif, sosial, dan profesional sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian. Dengan penempatan di 213 posko KKN MIT dan 9 posko KKN MMK, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program-program yang inovatif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran UIN Walisongo Semarang dalam mewujudkan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *