UIN Walisongo Online, Semarang — Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan akademik dari tim peneliti UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Penelitian Litapdimas Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun 2026 dengan judul penelitian “Revitalisasi Serat Widyapradhana Ronggowarsita Menuju Observatorium dan Planetarium Terintegrasi Berbasis Edu-Tourism di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.”
Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I. selaku ketua peneliti, bersama Novi Fitia Maliha, M.H.I., Dr. Nihatur Rohmah, M.S.I., dan Imroatul Munfaridah, M.S.I. Kunjungan ini bertujuan mempelajari secara langsung tata kelola, struktur organisasi, kebijakan, serta strategi pengembangan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang sebagai referensi dalam pengembangan observatorium dan planetarium di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa planetarium dan observatorium merupakan lebih dari sekadar fasilitas pengamatan benda langit. Keduanya merupakan pusat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mengembangkan literasi astronomi dan ilmu falak.
Beliau juga menjelaskan bahwa pengembangan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo diarahkan sebagai pusat unggulan yang mengintegrasikan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, inovasi teknologi astronomi, serta edu-tourism, sehingga mampu memberikan manfaat yang luas bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum.
Selanjutnya, Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I. menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keluarga besar Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi bagian penting dalam proses penelitian untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai proses pendirian, tata kelola kelembagaan, sistem manajemen, hingga strategi pengembangan observatorium dan planetarium yang telah berhasil dibangun oleh UIN Walisongo Semarang.
Memasuki sesi diskusi, suasana berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai aspek strategis dibahas secara mendalam, mulai dari sejarah pendirian Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, penyusunan regulasi dan kebijakan kelembagaan, struktur organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, strategi pendanaan, pengembangan sarana dan prasarana, hingga implementasi program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan publik, serta pengembangan jejaring kerja sama nasional dan internasional.
Tim peneliti juga memperoleh penjelasan mengenai strategi membangun observatorium dan planetarium yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi astronomi modern, teleskop robotik, digitalisasi layanan edukasi, serta integrasi nilai-nilai keislaman dengan sains astronomi dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat.
Kunjungan akademik ini juga memiliki makna strategis karena merupakan implementasi dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah terjalin sejak tahun 2024 antara Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang dengan Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi berkomitmen memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu falak dan astronomi Islam.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, kedua belah pihak juga bersepakat untuk meningkatkan kolaborasi ke tingkat yang lebih operasional melalui penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) antara Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang dengan Observatorium Watoe Dakon UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. MoA ini diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program konkret, seperti penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan sumber daya manusia, pelatihan teknis, observasi astronomi bersama, publikasi ilmiah, pengembangan edu-tourism, hingga kerja sama dalam pengembangan teknologi dan inovasi observatorium.
Melalui kunjungan ini, kedua institusi semakin menegaskan komitmennya untuk membangun jejaring akademik yang kuat dalam pengembangan astronomi dan ilmu falak di Indonesia. Sinergi antara Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang dengan Observatorium Watoe Dakon UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi, memperkuat ekosistem riset, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan sains, teknologi, dan literasi astronomi di tingkat nasional maupun internasional.




