Walisongo Online, Cianjur – UIN Walisongo Semarang kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dilaksanakan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas kampus.
Sebanyak enam mahasiswa UIN Walisongo Semarang akan bergabung dengan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal. Mereka ditempatkan di dua posko, yakni di Desa Cieundeur sebanyak 2 mahasiswa dan di Desa Bunikasih sebanyak 4 mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial, kolaborasi, dan kepemimpinan.
Pengiriman peserta KKN ke lokasi dilaksanakan pada Minggu (19/7) bertempat di desa Bunikasih dan Desa Cieundeur Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Mewakili pihak kampus UIN Walisongo Semarang, Muhammad Najieb Sholih, M.Ars. memohon kerjasama kepada pihak aparat desa untuk berkenan membimbing dan memberikan pengarahan selama masa kegiatan dan terus berkoordinasi kepada pihak kampus untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Dia dia juga berpesan kepada peserta KKN untuk tetap menjaga almamater dan selalu mematuhi peraturan dan mengormati budaya-budaya yang berlaku di desa yang ia tempati agar mampu membaur dengan baik.
Sementara mewakili aparat Desa Bunikasih, Surya menerima dengan senang hati dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pihak kampus yang mau menjadikan desanya menjadi salah satu lokasi KKN, dia berharap semoga dapat memberikan manfaat dan berkontribusi terhadap desa.
“Ingat, jaga almamater kampus dengan baik, belajar bermasyarakat dengan baik dan patuhi budaya adat istiadat yang berlaku agar bisa diterima masyarakat dengan baik” tegasnya.
Sebelumnya mereka telah mendapatkan pembekalan dan pengarahan dari Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo, Moh Masrur, M.Ag. Beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik pribadi, keluarga, dan almamater selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
“Jagalah nama baik UIN Walisongo di mana pun kalian mengabdi. Tunjukkan sikap yang santun, profesional, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Kalian adalah representasi kampus,” pesannya.
Selain itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama tim yang solid selama pelaksanaan KKN. Menurutnya, keberhasilan program pengabdian tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan oleh kekuatan kolaborasi seluruh anggota tim.
“Bekerjalah dengan semangat superteam, bukan superman atau superwoman. Singkirkan ego pribadi, saling mendukung, saling menguatkan, dan jadikan kebersamaan sebagai modal utama untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
KKN Kolaboratif ini diharapkan menjadi ruang belajar yang memperkaya pengalaman mahasiswa dalam bekerja lintas institusi, beradaptasi dengan masyarakat, serta mengembangkan solusi atas berbagai persoalan di tingkat desa. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Cianjur, program ini juga menjadi sarana mempererat jejaring kerja sama antar-PTKIN dalam mewujudkan pengabdian kepada masyarakat yang lebih inovatif dan berdampak. Rencananya kegiatan KKN berlangsung selama 45 hari, mulai 19 Juli hingga 25 Agustus 2026.
Melalui keikutsertaan dalam KKN Kolaboratif ini, UIN Walisongo Semarang terus meneguhkan komitmennya untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki kepekaan sosial, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat melalui semangat kolaborasi dan pengabdian.

Program KKN Kolaboratif tersebut meruapakan bagian dari implementasi kerjasama kolaboratif antara UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Bali yang pelaksaan tahun 2026 dibagi di empat wilayah, yakni Kabupaten Cianjuur Jawa Barat Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Kabupaten Banten Jawa Barat dan Bali.
Jumlah total peserta dari UIN Walisongo Semarang yang dikirim untuk mengikuti program tersebut sebanyak 18 orang yang tersebar di empat wilayah, yakni Kebumen 6 orang, Cirebon 6 Banten 6 orang, dan Bali 6 orang.




