UIN Walisongo Online, Semarang – UIN Walisongo Semarang menggelar tasyakuran sekaligus peresmian penggunaan Kantor Admisi pada Jumat (7/8/2026) di Gedung Planetarium Lantai 1 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas layanan penerimaan mahasiswa baru sekaligus memperkuat strategi menghadapi dinamika pendidikan tinggi di era digital.
Acara dihadiri oleh Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., para Wakil Rektor, Kepala Biro AAKK, para dekan, jajaran pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Saminanto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Kantor Admisi merupakan bagian penting dari upaya penguatan proses penerimaan mahasiswa baru yang sesungguhnya telah dimulai sejak berbagai kegiatan promosi, kunjungan ke sekolah, hingga kerja sama dengan berbagai mitra.
Ia menjelaskan bahwa penempatan Kantor Admisi di Gedung Planetarium dipilih agar lebih mudah diakses masyarakat. Lokasi tersebut dinilai strategis karena menjadi salah satu tujuan kunjungan berbagai sekolah ke UIN Walisongo, sehingga calon mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai layanan admisi secara langsung.
“Melalui keberadaan kantor ini, masyarakat akan semakin mudah memperoleh informasi tentang UIN Walisongo. Ketika ada kunjungan sekolah ke Planetarium, mereka juga dapat mengenal lebih dekat layanan admisi. Ini menjadi sinergi yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Dr. Saminanto juga menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah mahasiswa baru yang telah melakukan registrasi mencapai 4.158 mahasiswa. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan dukungan penuh dari seluruh pimpinan dan sivitas akademika agar tim admisi dapat bekerja semakin fokus dan optimal.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menegaskan bahwa peresmian Kantor Admisi memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penyediaan ruang kerja baru.
“Walaupun kantornya sederhana, secara esensial maknanya sangat besar. Ini menunjukkan kesadaran kita bahwa sesuatu yang besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil,” ungkapnya.
Menurut Rektor, keberhasilan sebuah perguruan tinggi sangat bergantung pada kemampuannya menghadirkan mahasiswa baru sebagai fondasi utama keberlangsungan dan eksistensi institusi. Karena itu, keberadaan Kantor Admisi menjadi simbol keseriusan UIN Walisongo dalam membangun sistem penerimaan mahasiswa yang lebih profesional.
Prof. Musahadi juga menyoroti perubahan karakter generasi calon mahasiswa saat ini yang menuntut pendekatan baru dalam strategi promosi dan rekrutmen. Perkembangan teknologi serta perubahan pola pikir Generasi Z, menurutnya, mengharuskan perguruan tinggi meninggalkan pola kerja konvensional dan beradaptasi dengan strategi yang lebih kreatif, inovatif, serta relevan.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan konsep business as usual. Cara berpikir dan strategi kita harus berubah mengikuti perkembangan zaman. Kita harus menemukan formula yang tepat untuk menjangkau calon mahasiswa sesuai dengan karakter dan kebutuhan generasi saat ini,” tegasnya.

Melalui semangat hadirnya Kantor Admisi yang baru, Rektor berharap seluruh tim dapat memperkuat konsolidasi, melakukan pemetaan sasaran secara lebih terarah, serta terus berdiskusi untuk merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan minat masyarakat memilih UIN Walisongo Semarang.
Ia optimistis langkah tersebut akan menjadi bekal penting dalam menghadapi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2027.
“Pertaruhan kita ada di tahun 2027. Persiapannya harus dimulai dari sekarang, dan saya yakin kita mampu meraih hasil terbaik,” tuturnya sebelum secara resmi membuka Kantor Admisi UIN Walisongo Semarang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Biro AAKK sebagai ungkapan syukur dan harapan agar Kantor Admisi dapat menjadi pusat layanan yang membawa keberkahan serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas penerimaan mahasiswa baru. Doa penutup turut dipanjatkan oleh perwakilan wali mahasiswa asing sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas diresmikannya Kantor Admisi UIN Walisongo Semarang.




