MGBK MA Bojonegoro Kunjungi UIN Walisongo, Dalami Informasi Jalur Masuk dan Penguatan Pendampingan Karier Siswa – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kunjungan studi kampus ke UIN Walisongo Semarang, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang diikuti 43 guru BK MA se-Kabupaten Bojonegoro tersebut berlangsung di Ruang Teater Lantai 4 Gedung ICT Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan MGBK MA Kabupaten Bojonegoro untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai perguruan tinggi, khususnya informasi penerimaan mahasiswa baru yang dapat disampaikan kembali kepada para siswa.

Rombongan MGBK MA Kabupaten Bojonegoro diterima oleh Tim Admisi Universitas, Tim Admisi Fakultas, serta Humas UIN Walisongo Semarang. Dalam kesempatan tersebut, para guru BK mendapatkan informasi mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru, pilihan program studi, fasilitas kampus, beasiswa, hingga berbagai peluang pengembangan mahasiswa di UIN Walisongo.

Ketua MGBK MA Kabupaten Bojonegoro, Ceci Manikamerawati, S.Psi., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan agenda tahunan yang penting bagi guru BK, terutama dalam menjalankan fungsi pendampingan karier bagi siswa.

“Studi kampus ini diikuti oleh 43 peserta guru BK dan merupakan agenda rutin tahunan kami untuk mengunjungi perguruan tinggi. Salah satu tujuan kami adalah mencari informasi yang lebih detail karena guru BK juga memiliki peran dalam pendampingan karier siswa,” ujar Ceci.

WhatsApp Image 2026 08 11 at 09.21.40

Ia menambahkan, salah satu informasi yang menjadi perhatian para guru BK adalah jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Menurutnya, informasi yang lebih komprehensif mengenai mekanisme seleksi tersebut akan membantu guru BK dalam memberikan pendampingan kepada siswa.

“Kami berharap mendapatkan informasi yang lebih detail, terutama mengenai jalur SPAN-PTKIN. Salah satu kendala yang kami rasakan adalah proses pengisian PDSS. Kami berharap ke depan prosesnya dapat semakin mudah sehingga sekolah maupun siswa dapat mengikuti tahapan seleksi dengan lebih baik,” jelasnya.

Ceci juga berharap sinergi antara madrasah dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Dengan informasi yang diperoleh secara langsung dari kampus, guru BK diharapkan mampu mengawal siswa sejak proses pemilihan perguruan tinggi hingga menentukan pilihan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan potensi dan minat mereka.

“Kami berharap setelah kembali dari sini, kami dapat mengawal siswa dengan lebih baik dan memberikan informasi serta program yang tepat bagi anak didik kami. Kami juga berharap ada peluang seperti golden ticket di setiap madrasah sehingga semakin banyak siswa berprestasi yang mendapatkan akses untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Admisi UIN Walisongo Semarang, Dr. Sayyidatul Fadhilah, M.Pd., menyampaikan bahwa UIN Walisongo Semarang memiliki beragam pilihan pendidikan yang dapat menjadi pertimbangan bagi siswa madrasah.

“UIN Walisongo memiliki sembilan fakultas dengan berbagai program studi, baik bidang keagamaan maupun bidang umum. Dengan pilihan tersebut, siswa dapat menyesuaikan program studi dengan minat, bakat, dan rencana karier yang ingin mereka kembangkan,” jelasnya.

WhatsApp Image 2026 08 11 at 11.04.14

Ia juga mengajak para guru BK untuk memanfaatkan berbagai kanal informasi resmi UIN Walisongo, khususnya laman Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), sebagai sumber informasi dalam memberikan pendampingan kepada siswa.

“Bapak dan Ibu dapat terus memantau informasi melalui website PMB UIN Walisongo. Informasi mengenai jalur penerimaan, program studi, persyaratan, dan tahapan seleksi akan disampaikan melalui kanal resmi sehingga dapat menjadi rujukan bagi madrasah dan calon mahasiswa,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sayyidatul Fadhilah juga memperkenalkan perkembangan UIN Walisongo Semarang dalam meningkatkan kualitas kelembagaan dan akademik. Ia menyampaikan bahwa pada Juli 2026 UIN Walisongo telah menjalani visitasi akreditasi ACQUIN sebagai bagian dari proses penguatan mutu dan pengakuan internasional.

“Visitasi ini menjadi bagian dari proses pengembangan kualitas UIN Walisongo. Kemajuan yang terus kami lakukan diharapkan dapat mengantarkan UIN Walisongo menuju tingkat internasional,” ungkapnya.

Selain aspek akademik, rombongan MGBK juga mendapatkan gambaran mengenai berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, organisasi dan unit kegiatan mahasiswa, program beasiswa, serta berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia bagi mahasiswa UIN Walisongo.

Menurutnya, lulusan UIN Walisongo juga telah berkiprah di berbagai bidang profesi. Hal tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa untuk berkontribusi di tengah masyarakat dan dunia profesional.

Kegiatan kunjungan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Planetarium UIN Walisongo Semarang. Para peserta MGBK MA Kabupaten Bojonegoro berkesempatan mengenal lebih dekat salah satu fasilitas edukasi yang dimiliki UIN Walisongo.

Rangkaian kunjungan MGBK MA Kabupaten Bojonegoro ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan informasi yang komprehensif bagi para guru BK untuk selanjutnya diteruskan kepada siswa di masing-masing madrasah, khususnya dalam mempersiapkan pilihan pendidikan tinggi dan perencanaan karier siswa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *