Di Hadapan 4.623 Mahasiswa Baru, Wagub Gus Yasin Buka-Bukaan Soal Komitmen Kesejahteraan Guru di Jateng – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Suasana kuliah umum dalam Pembukaan PBAK 2026 UIN Walisongo Semarang menarik perhatian saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berdialog langsung dengan 4.623 mahasiswa baru di lapangan utama kampus (18/8/2026). Sorotan tertuju pada aksi mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang bertanya mengenai kesejahteraan guru dan pendidik honorer di Jawa Tengah.

Dalam paparannya, Gus Yasin menekankan bahwa profesi guru merupakan pilar utama pembentukan karakter bangsa. Pendidik bukan sekadar pengajar ilmu pengetahuan, melainkan teladan moral yang menentukan masa depan generasi mendatang.

“Menjadi pendidik adalah tugas mulia. Di tangan para guru, masa depan bangsa ini dipertaruhkan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat memahami bahwa mencetak generasi cerdas membutuhkan pendidik yang dihargai secara layak,” tutur Gus Yasin di awal orasinya.
Maba FTIK: ‘Bagaimana Bisa Mengajar Tenang Jika Dapur Tidak Ngebul?’

Di tengah penyampaian kuliah umum, seorang mahasiswa baru FTIK Prodi Pendidikan Agama Islam, Dimas, berdiri di tengah barisan mahasiswa. Dimas diberi kesempatan oleh panitia dan Wagub untuk menyampaikan kajian awal yang ditemukannya terkait realita guru honorer dan guru swasta/madrasah di berbagai daerah pesisir dan pedalaman Jawa Tengah yang masih menerima upah jauh di bawah Standard Upah Minimum Regional (UMR).

“Kami di FTIK dididik untuk menjadi garda terdepan pendidikan. Namun realita di lapangan sangat ironis. Masih banyak guru honorer dan pengajar madrasah yang mengabdi belasan tahun hanya menerima honor 300 sampai 500 ribu rupiah per bulan. Bagaimana seorang guru bisa fokus mengajar dengan tenang jika kebutuhan dasar keluarganya sendiri tidak terpenuhi?” Ungkap Rifai tegas.

WhatsApp Image 2026 08 18 at 13.53.54

Respons Pemprov Jateng: Alokasi Insentif dan Pembukaan Formasi PPPK

Menjawab kegelisahan calon pendidik tersebut, Wagub Taj Yasin Maimoen mengapresiasi keberanian dan kepedulian sosial mahasiswa FTIK. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng terus menempatkan anggaran pendidikan dan insentif pendidik sebagai prioritas utama APBD.

Gus Yasin memaparkan program insentif keberlanjutan bagi puluhan ribu guru keagamaan dan guru honorer di Jawa Tengah, serta pengawalan pengangkatan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak pernah menutup mata. Setiap tahun kita terus mengalokasikan anggaran insentif untuk puluhan ribu guru keagamaan, Ustadz-Ustadzah, serta memperjuangkan kuota PPPK ke pemerintah pusat agar status dan gaji guru honorer terangkat secara signifikan. Kami sadar ini belum sempurna, tetapi keberpihakan itu nyata dan terus kita tingkatkan,” jelas Gus Yasin.

Solusi Sistematis dan Komitmen Bersama

Dalam dialog tersebut, Gus Yasin menekankan bahwa perbaikan kesejahteraan guru memerlukan restrukturisasi sistemik, termasuk tata kelola regulasi sekolah swasta dan komitmen pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Kami memberikan solusi dengan mendorong skema pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyiapkan regulasi dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak bertugas membawa keahlian dan inovasi pembelajaran terbaik ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *