Bekali Mahasiswa dengan Potensi Desa dan Semangat Pengabdian, UIN Walisongo Terjunkan Peserta KKN di Susukan – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Kabupaten Semarang – Pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata. Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 87 Tahun 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, yang berlangsung selama 45 hari, mulai 20 Oktober hingga 3 Desember 2026.

Pelepasan peserta KKN disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian, Inovasi, Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi LP2M UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Afif Noor, S.Ag., S.H., M.Hum., bersama Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Abdul Karim, M.Si., serta Kepala Pusat Kajian Walisongo, Islam Jawa dan Moderasi Beragama, Dr. Ahmad Tajuddin Arafat, M.S.I.

Kegiatan KKN tahun ini mengusung tema “Science for Community: Integrasi Pendidikan, Kesehatan, dan Nilai Keagamaan untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan.” Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik, nilai keagamaan, dan kebutuhan masyarakat dalam merancang kegiatan pengabdian yang relevan dengan kondisi desa.

Sebanyak 332 mahasiswa diterjunkan dalam pelaksanaan KKN Reguler Angkatan 87 Tahun 2026 di Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Susukan. Khusus di Kecamatan Susukan, terdapat 197 mahasiswa yang tersebar dalam 13 posko dan didampingi tujuh dosen pembimbing lapangan (DPL).

WhatsApp Image 2026 10 20 at 11.52.402

Keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari program akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenali persoalan lokal, menggali potensi desa, serta mendorong inisiatif pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Camat Susukan, Rinta Bramundita., S.T., M.M, menyambut pelaksanaan KKN tersebut dengan menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memahami lingkungan tempat mereka mengabdi. Menurutnya, informasi mengenai potensi desa serta berbagai kebutuhan di setiap wilayah dan posko telah disampaikan kepada mahasiswa UIN Walisongo saat pertemuan sebelumnya di Semarang.

Dengan bekal informasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyesuaikan program kerja dengan karakteristik masing-masing desa, sehingga kegiatan yang dilaksanakan lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Rinta juga mengingatkan mahasiswa untuk mengutamakan keselamatan selama menjalankan kegiatan KKN. Ia menyampaikan pesan dari Kapolres agar peserta berhati-hati saat melakukan mobilisasi maupun berkendara, menyusul adanya kejadian kecelakaan yang sebelumnya dialami peserta KKN dari perguruan tinggi lain.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari program yang terlaksana, tetapi juga dari kedisiplinan, tanggung jawab, dan keselamatan seluruh peserta selama berada di lapangan.

WhatsApp Image 2026 10 20 at 11.52.401

Di Kecamatan Susukan, 13 posko KKN tersebar di sejumlah desa, yakni Kemetul, Kenteng, Koripan, Sidobang, Ngasinan, Muncar, Gentan, Bakalrejo, Ketapang, Susukan, Timpik, dan Tawang. Setiap kelompok mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat agar program yang dirancang dapat berjalan selaras dengan kebutuhan setempat.

Untuk mendorong inovasi dalam pengabdian, pelaksanaan KKN Reguler Angkatan 87 juga dilengkapi dengan Program Unggulan Kompetitif. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif dan solusi yang berpotensi memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, UIN Walisongo Semarang terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan masyarakat melalui pendidikan, penguatan nilai keagamaan, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga menjadi salah satu kunci agar pengabdian dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Badan Pelaksana KKN (BP KKN) UIN Walisongo Semarang turut menyampaikan apresiasi kepada Camat Susukan beserta jajaran atas dukungan dan fasilitas yang diberikan selama pelaksanaan KKN.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya masa penugasan mahasiswa, tetapi dapat menjadi awal bagi hubungan kerja sama yang berkelanjutan dalam mendukung kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *