UIN Walisongo Online, Semarang, — Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, terus berkomitmen memperkuat mutu pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Persiapan Akreditasi Program Studi Gizi pada Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Totok Sudargo, S.K.M., M.Kes., sebagai narasumber untuk memberikan arahan strategis terkait persiapan akreditasi sesuai instrumen Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).
Workshop ini dihadiri jajaran pimpinan FPK, antara lain Wakil Dekan I, Dr. Wening Wihartati, S.Psi., M.Si.; Wakil Dekan II, Dr. Malikhatul Hidayah, S.T., M.Pd., M.T.; Kepala Bagian Tata Usaha, M. Munif, S.Ag., M.Si.; Ketua dan Sekretaris Program Studi Gizi; serta dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FPK.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FPK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., yang berhalangan hadir dan diwakili oleh Wakil Dekan I, Dr. Wening Wihartati, S.Psi., M.Si. Dalam sambutannya, Wening menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan menegaskan bahwa akreditasi merupakan bagian dari komitmen institusi terhadap mutu pendidikan.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dalam kegiatan Workshop Persiapan Akreditasi Program Studi Gizi. Akreditasi bukan hanya tentang penilaian untuk memperoleh predikat unggul, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kita terhadap mutu, budaya kerja, serta tanggung jawab kepada mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Wening.
Ia menambahkan bahwa Program Studi Gizi memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan stunting dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karena itu, persiapan akreditasi perlu dilakukan secara serius melalui koordinasi dan kerja sama seluruh unsur program studi.
“Banyak hal yang perlu kita persiapkan, termasuk menyamakan persepsi terhadap instrumen dan ketentuan LAM-PTKes yang berlaku. Diperlukan kekompakan bersama agar seluruh kebutuhan akreditasi dapat dipersiapkan dengan baik. Semoga setelah workshop ini, perencanaan kita menjadi lebih terarah sehingga Program Studi Gizi dapat meraih akreditasi unggul,” tambahnya.

Narasumber Dr. Totok Sudargo, S.K.M., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas keseriusan jajaran fakultas dan program studi dalam mempersiapkan akreditasi. Ia menegaskan bahwa dokumen akreditasi harus mencerminkan kondisi nyata, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif.
“Saya sangat mengapresiasi jajaran fakultas dan program studi yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Harapannya, apa yang disiapkan tidak hanya berhenti pada laporan di atas kertas, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi dan pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu, seluruh kebutuhan akreditasi harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh,” tutur Totok.
Dalam pemaparannya, Totok menekankan pentingnya persiapan Asesmen Kecukupan (AKA), terutama dalam penyusunan dokumen yang lengkap, runtut, sistematis, dan didukung bukti yang relevan.
“Untuk menghadapi Asesmen Kecukupan, dokumen harus disusun secara runtut dan dilengkapi bukti pendukung yang sesuai. Mari kita siapkan semuanya semaksimal mungkin agar dokumen yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar menggambarkan kondisi program studi,” pesannya.
Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, kemudian pemaparan materi dan penyamaan persepsi antara narasumber dan peserta mengenai persiapan dokumen serta pemenuhan standar akreditasi.
Melalui workshop ini, FPK UIN Walisongo Semarang berupaya memperkuat koordinasi dan budaya mutu di lingkungan Program Studi Gizi. Dengan persiapan yang terarah dan kerja sama seluruh sivitas akademika, Program Studi Gizi diharapkan semakin siap menghadapi proses akreditasi dan mencapai predikat unggul.




