UIN Walisongo Online, Semarang – Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang kembali menjadi magnet kunjungan akademik. Kali ini, rombongan pimpinan dan Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berkunjung untuk mengenal lebih dekat pengembangan sains, teknologi, serta pengelolaan fasilitas edukasi astronomi di UIN Walisongo.
Kunjungan pada Selasa (27/10/2026) tersebut diikuti 26 peserta yang terdiri atas pimpinan universitas, para guru besar, dan unsur akademisi. Rombongan dipimpin oleh Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Evi Muafiah, M.Ag.
Kegiatan ini merupakan bagian dari silaturahmi akademik sekaligus upaya memperkuat sinergi antarkampus dalam pengembangan tata kelola pendidikan tinggi, infrastruktur, dan inovasi layanan akademik.
Ketika Para Guru Besar Menjelajahi Keajaiban Semesta
Kunjungan ke Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani menjadi salah satu agenda menarik dalam rangkaian silaturahmi akademik tersebut.
Rombongan memperoleh gambaran tentang pengembangan planetarium sebagai pusat pembelajaran, penelitian, literasi astronomi, dan pelayanan edukasi bagi masyarakat luas.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi Islam perlu terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.
“Perguruan tinggi Islam harus terus bergerak maju. Kita tidak cukup hanya mengembangkan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga perlu menghadirkan sarana pembelajaran yang inovatif, inspiratif, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Planetarium ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar UIN Walisongo untuk mempertemukan keunggulan akademik, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.”

Ngobrol Santai, Prof. Khusniati Rofiah Tertarik pada Manajemen Planetarium
Di sela-sela kunjungan, suasana hangat dan penuh keakraban terlihat ketika para tamu berbincang santai dengan Kepala Planetarium.
Salah satu guru besar UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Khusniati Rofiah, M.S.I., menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan dan pengembangan Planetarium UIN Walisongo.
Menariknya, perhatian beliau tidak hanya tertuju pada fasilitas dan kecanggihan teknologi astronomi yang dimiliki, tetapi juga pada bagaimana manajemen serta pengelolaannya dijalankan.
Dalam obrolan santai tersebut, Prof. Khusniati Rofiah menunjukkan rasa ingin tahunya mengenai sistem pengelolaan, operasional, dan strategi pengembangan planetarium.
Ketertarikan tersebut menjadi apresiasi tersendiri, mengingat keberhasilan sebuah fasilitas pendidikan modern tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga oleh manajemen yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan.
Perbincangan yang berlangsung hangat itu sekaligus menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan tentang pengembangan fasilitas akademik di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Kepala Planetarium: Bahagia Bisa Menyambut dan Berbagi Pengalaman
Kepala Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., M.S.I., menyampaikan rasa bahagia dan penghargaan atas kunjungan para pimpinan dan guru besar dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
“Kami merasa sangat bahagia dan terhormat dapat menyambut para pimpinan serta guru besar UIN Ponorogo. Kehadiran beliau-beliau menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo.”
Ia menjelaskan bahwa pengembangan planetarium tidak cukup hanya bertumpu pada ketersediaan fasilitas dan perangkat teknologi modern, tetapi juga membutuhkan tata kelola kelembagaan, kreativitas program, penguatan sumber daya manusia, serta inovasi layanan pendidikan.
“Kami sangat senang bisa berbagi pengalaman, termasuk mengenai manajemen, tata kelola, program edukasi, dan berbagai dinamika pengembangan planetarium. Kunjungan ini bukan sekadar menerima tamu, melainkan juga kesempatan untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan mempererat silaturahmi akademik.”
Menurutnya, Planetarium UIN Walisongo terus diarahkan menjadi pusat edukasi astronomi yang terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum.
“Langit adalah laboratorium raksasa yang tidak pernah kehabisan bahan pembelajaran. Melalui planetarium, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang membuat masyarakat semakin mencintai ilmu pengetahuan sekaligus semakin menyadari keagungan ciptaan Allah SWT,” tambahnya.
Dari Silaturahmi Akademik Menuju Kolaborasi yang Lebih Luas
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara UIN Walisongo Semarang dan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Selain memperkuat silaturahmi kelembagaan, kegiatan ini juga membuka peluang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan fasilitas akademik, pengembangan inovasi pendidikan, serta kerja sama riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Keberadaan Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani memperlihatkan bahwa perguruan tinggi Islam mempunyai ruang yang sangat luas untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan sains dan teknologi.
Dari Ponorogo ke Semarang, kunjungan ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan perjumpaan gagasan dan semangat bersama untuk membawa perguruan tinggi Islam semakin maju, menjelajahi ilmu pengetahuan hingga menembus cakrawala semesta.




