Alvio Madyama Aulia

Alvio Madyama Aulia

Problematika serta Solusi Dakwah di Masa Pandemi Covid -19

ustad-ilustrasi-6652b361

Pada hakikatnya dakwah merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyeru manusia ke arah yang lebih baik dengan cara yang baik pula. Dakwah merupakan kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar yang mampu mengantarkan umatnya pada posisi umatan wasatha dan khairu ummah, yang berangkat dari landasan dan tolak ukur iman sepenuhnya kepada Allah dalam menjalani seluruh aspek kehidupan. Amar ma’ruf nahi mungkar adalah menyebarkan dan mengembangkan ma’ruf seluas-luasnya serta memusnahkan segala bentuk kemunkaran, sehingga nilai inti ajaran dakwah dengan konsep amar ma’ruf nahi mungkar dianggap penting, karena dapat menjadikan tatanan kehidupan yang lebih teratur sesuai dengan ketentuan syariat dan tuntunan Allah. Dakwah menjadi kebutuhan bagi setiap orang khususnya umat Islam. Dakwah juga merupakan sebuah proses agar seorang muslim mendapatkan kebaikan hidup serta kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Dengan memanfatkan kemajuan teknologi digital, dan media sosial baik dalam bentuk komunikasi maupun informasi, maka dapat dijadikan sebuah pilihan oleh da’i dalam menyampaikan dakwah di masa pandemi. Pandemi kini menjadi alasan untuk da’i dalam tantangan untuk lebih adaptif, kreatif dan inovatif serta memanfaatkan media sebagai peluang untuk melakukan kegiatan dakwah secara berkesinambungan, sehingga lebih bersinergi dalam perubahan yang positif, serta menjadi tonggak awal kebangkitan dakwah Islam memasuki era revolusi industri 4.0, tentunya dalam menyiarkan ajaran Islam kepada masyarakat luas. Hal lainya yang didapatkan dari perubahan ini adalah kegiatan dakwah bisa lebih menjangkau mad’u dengan lebih banyak dan efektif tanpa terbatas oleh ruang, waktu, dan kondisi. Sehingga tujuan utama dakwah untuk membantu manusia melaksanakan syariat Allah dengan amar ma’ruf nahi munkar akan tercapai dengan baik dan maksimal. Eksistensi dakwah dimasa pandemi merupakan paradigma baru dalam melakukan kegiatan aktivitas dakwah, hal ini dimaksudkan untuk bisa beradaptasi dengan paradigma lama yang sudah tidak relevan dan out of date. Beberapa pembaruan yang mesti dilakukan diantaranya terkait konsep dakwah, kegiatan dakwah, perluasan dan penguatan jangkuan dakwah, pemanfaatan teknologi dan informasi, serta metode dakwah yang seperti apa yang tepat digunakan dalam masa pandemi ini, sehingga akan mengukuhkan eksistensi dakwah dan sekaligus menjawab problematika dakwah di masa pandemi covid-19.