Pesona Unik Eksentrik Kampung Jawi

Pesona destinasi wisata Kota Semarang tak hanya menyoal Lawang Sewu dan Kota Lama saja. Jauh dari riuh dan busingnya kendaraan bermotor, tepatnya di daerah Gunungpati, ada destinasi wisata yang wajib banget dikunjungi. Terutama bersama keluarga, kerabat, atau teman-teman. Kampung Jawi, sebuah kampung yang mengusung tema Jawa Kuno ini bukanlah destinasi wisata baru di Semarang, lho!  Hanya menempuh jarak (7 KM atau 20 menit perjalanan) dari Ngaliyan untuk menuju ke sana. Tenang, Kampung Jawi sudah ada di google maps, kita bisa menuju ke sana dengan kendaraan pribadi, seperti motor, mobil, atau sepeda.

 

Begitu sampai di Kampung Jawi akan disambut sebuah gapura bertuliskan “Sugeng Rawuh Ing Angkringan Pinggir Kali”, yang berarti ucapan selamat datang untuk pengunjung. Masuk Kampung Jawi, mata, telinga, dan lidah pengunjung akan dimanjakan dengan pesonanya. Kita akan di bawa ke masa Majapahit, dimana masih ada rumah joglo lengkap dengan dekorasi serba kayu dihiasi lampu-lampu minyak di setiap sisinya. Gending gamelan yang dimainkan penabuhnya akan menemani aktivitas pengunjung. Selain itu juga ada pertunjukan seni seperti reog dan tarian jawa saat ada kegiatan kebudayaan. Tak berhenti disitu, keunikan lain juga ditemukan pada pakaian pedagang yang kompak menggunakan lurik dan jarit setiap harinya. Para pedagang siap melayani wisatawan dengan bahasa jawa yang ramah dan renyah di dengar.

 

Jangan kaget saat melihat menu pada warung yang disebut angkringan pinggir kali ini. Harga yang tertera bukan dalam rupiyah tetapi “Kepeng”. Benar, uang rupiyah tidak berlaku disini. Semua transaksi menggunakan uang yang terbuat dari kepingan kayu berbentuk persegi (Kepeng). Uang kepeng bisa kita dapat dengan menukarkan uang rupiyah ke tempat penukaran kepeng yang terletak di kiri pintu masuk. Satu uang kepeng senilai Rp. 3.000,- (tiga ribu rupiyah) saja. Jangan takut untuk menukarkan banyak uang kepeng sekaligus, karena uang kepeng yang tidak digunakan (berlebih) dapat ditukarkan kembali.

 

Penggunaan kepeng tidak menjadikan makanan disini menjadi mahal. Harga makanan tetap affordable alias tidak membuat kantong bolong. Satu porsi makanan hanya dibanderol sekitar 1-4 kepeng. Uniknya lagi, setiap angkringan menyajikan menu yang beragam, mulai dari minuman, camilan, sampai makanan berat. Terdapat kurang lebih 20 angkringan dengan menu andalannya setiap pukul 16.00-22.00 WIB. Makanan yang disediakan yaitu  gendar pecel, lontong campur, nasi kucingan, aneka gorengan, getuk bakar, getuk goreng, sate lontong, ndog cenil, bakso bakar, sosis bakar, jagung bakar, jagung godhog, kacang godhog, nasi bakar. Sedangkan minumannya yaitu jahe rempah, jahe susu, kopi rempah, wedang kawi, susu kedelai, susu jahe, es gempol, es teh, wedang jarem, es jeruk. Keunikan lain dari Kampung Jawi alat makan yang digunakan serba tradisional seperti batok kelapa, piring rotan, dan daun pisang yang menambah cita rasa makanan yang disajikan. Ditemani live music campursari yang dibawakan oleh penyanyi asli Kampung Jawi ataupun pengunjung yang ingin menyumbangkan suara emasnya.

 

Berkat keunikan tersebut Kampung Jawi dinobatkan sebagai juara 1 pada ajang Trisakti Tourism Award 2021 kategori desa wisata kuliner. Meski sudah meraih penghargaan, Kampung Jawi tetap ingin menjadi lebih baik lagi. Pengurus Kampung Jawi berencana menambah beberapa area spot selfie pada Pasar Jaten Pinggir Kali seperti background miniatur candi. Kampung Jawi juga berencana membuat beberapa homestay. Pengadaan homestay ini juga didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang di mana mereka memberikan sosialisasi kepada pengurus kampung tematik terkait dengan pengadaan homestay. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang juga pernah memberikan pelatihan kepada pengurus Kampung Jawi seperti pelatihan tour guide, pelatihan sapta pesona, pelatihan fotografi dan videografi guna pengembangan potensi masyarakat Kampung Jawi.

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *