Mahasiswa KKN MIT DR 13 UIN Walisongo Semarang Berikan Pelatihan Pembuatan Steak Singkong kepada Ibu-ibu PKK

Mahasiswa KKN MIT DR 13 UIN Walisongo Semarang berikan pelatihan pembuatan steak singkong kepada ibu-ibu PKK dusun Gempol desa Ngesrep Balong kecamatan Limbangan kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (30/1).

Pelatihan pembuatan steak singkong untuk ibu-ibu PKK di Kendal merupakan upaya mahasiswa untuk memutar roda ekonomi pada desa tersebut. Dikarenakan saat ini sedang musim ekonomi kreatif, di mana memanfaatkan komoditas yang berlimpah kemudian dibuat sebuah produk yang menarik untuk di jual.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh kelompok 6 KKN Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah (MIT DR) angkatan 13 UIN Walisongo Semarang dengan menghadirkan Kepala Dusun (KADUS) dan segenap ibu-ibu PKK dari dusun Gempol yang terdiri dari dari dua RT dan satu RW.

Ahmad Roziqin, selaku ketua panitia acara menuturkan bahwa kegiatan pelatihan tersebut sangat membantu warga untuk meningkatan sedikit pemasukan keluarga. Sehingga mereka dapat tambahan untuk keperluan logistik ataupun yang lain.

“Pelatihan tersebut sangat diminati oleh warga, dikarenakan di sana banyak sekali singkong yang bagus atau meduk. Sehingga dibutuhkan inovasi untuk mengolah singkong selain di rebus dan goreng, agar lebih nyentrik dan eksotik yang bisa menarik para pembeli untuk memborongnya.” Jelasnya.

Bu Lia, Kepala Dusun Gempol mengatakan, bahwa mayoritas petani dusun setempat memiliki kebun singkong ber hektar-hektar. Akan tetapi hampir semuanya hanya di jual mentah dan sebagian lagi di jual siap konsumsi dengan cara di rebus dan goreng. Dengan demikian beliau sangat berterima kasih atas adanya pelatihan tersebut.

“Singkong di dusun gempol itu bagus, namun masyarakat belum mampu berinovasi atas karunia Tuhan yang sangat besar ini. Sehingga mereka tidak menerima hasil yang maksimal”. Jelasnya.

Koordinator mahasiswa KKN MIT DR UIN Walisongo, Abdul Malik Akbar, berharap dengan diadakannya pelatihan ini semoga menjadi batu loncatan oleh para warga, sehingga mampu berinovasi lebih giat lagi atas komoditas yang berlimpah ruah ini. Tidak berhenti hanya singkong namun di harapkan buah-buahan atau lainnya yang banyak tersebar di sana. Kemudian dapat menciptakan produk bersaing dan membuka lapangan kerja bagi dusun terebut.
[Red/are R.I.P]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *