Mahasiswa hari ini mempunyai peran yang sangat penting di segala lini terutama di masyarakat desa. Salah satu perannya adalah sebagai Agen Of Change. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran yang sangat sentral di masyarakat, termasuk pada masyarakat pedesaan. Peran mahasiswa seperti ini bisa kita lihat di beberapa kegiatan kemasyarakatan desa, lebih-lebih memberikan contoh kepada anak-anak pedesaan tentang bagaimana bersikap dengan baik kepada orang yang lebih tua, kemudian sering memberikan pemahaman-pemahaman baru tentang bagaimana mengedepankan nilai-nilai Attitude di masyarakat. Peran mahasiswa bisa mulai kita lakukan berupa keikutsertaan atau partisipasi dalam setiap kegiatan di lingkungan masyarakat, mereka memberikan contoh nyata kepada generasi muda yang ada di desa tersebut bahwa kegiatan-kegiatan positif yang mengandung filosofi kebersamaan dan kekeluargaan perlu tetap dilestarikan.
Pembentukan karakter di setiap manusia bisa dilakukan melalui beberapa cara, misalkan melalui pendidikan karakter anak usia dini. Pendidikan anak usia dini sangat penting untuk diperhatikan dan diterapkan untuk masa depan anak-anak Indonesia khususnya di pedesaan yang memang kurang diperhatikan pendidikannya oleh pemerintah. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan Nasional. Pasal 1 UUD Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa diantara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlaq mulia.
Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga kepribadian atau karakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama. Pendidikan karakter adalah pendidikan budi perkerti plus, yaitu pendidikan yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Menurut Thomas Lickoma, tanpa ketiga aspek ini maka pendidikan karakter tidak akan adaptif. Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya, kecerdasan emosi ini merupakan bekal yang sangat penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Pentingnya peran mahasiswa dalam menyongsong pembentukan karakter pada anak pada saat ini akan di lakukan dengan banyak hal, pada pembahasan kali ini akan lebih spesifik di tiga hal.
- Lingkungan sekitar
- Teman bermain
- Menanamkan Attitude yang baik
Lingkungan sekitar, menyongsong pembentukan karakter pada usia dini dengan melihat bagaimana keadaan lingkungan sekitar, apakah lingkungan itu baik atau buruk itu yang akan memberikan pengaruh besar untuk proses terbentuknya karakter anak-anak calon penerus bangsa kedepan. Mahasiswa bisa ikut andil dalam memberikan pembinaan pada anak-anak dengan terjun ke masyarakat atau bisa membantu pendidikan dalam sekolah-sekolah yang ada di sekitar.
Teman bermain, ini adalah salah satu yang berpengaruh dalam pembentukan karakter pada anak usia dini, karena ketika teman bermain memberikan contoh tidak baik maka secara tidak langsung akan meniru perilaku yang di lakukan oleh teman bermainnya, begitu juga sebaliknya. Ini bisa terjadi karena pola pikir seseorang anak usia dini gampang sekali meniru hal-hal kecil yang muncul di sekitarnya.
Menanamkan Attitude yang baik, ini merupakan hal yang sangat sentral mendukung pembentukan karakter anak usia dini. Apalagi ini yang sering di tanamkan dalam diri anak-anak usia dini di masyarakat desa. Di sini peran mahasiswa akan sangat di butuhkan dalam membantu kesadaran anak-anak, terutama yang sangat mendukung adalah peran orang tua yang menjadi tombak utama pembentukan karakter bagi masing-masing anak.
Mahasiswa dalam membentuk karakter anak harus mampu memahami dan mengaplikasikan pendidikan karakter dengan baik dikehidupan kesehariannya. Bukan hanya fisik yang dilatih dan diperbaiki, akan tetapi karakter yang baik harus dibiasakan dan diperbaiki. Dengan ilmu yang dimiliki serta karakter baik yang melindunginya, maka akan berdampak baik pada diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Mempunyai karakter yang baik, jujurr, adil, dan bertanggung jawab merupakan hal mutlak yang harus dimiliki semua orang. Hal ini harus mulai diterapkan pada anak-anak. Mahasiswa harus mampu menjadi contoh yang baik agar dapat membawa perubahan Negara ini menjadi lebih baik lagi.



