Daur ulang sampah merupakan kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru. Jika diolah, Sampah pun bisa menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi.
Salah satu contoh ialah ditangan ibu-ibu Desa Wonosari Ngaliyan Semarang, sampah yang tidak berguna bisa disulap menjadi barang kekinian dan bernilai ekonomi.
Tas, bunga plastik, tempat tisu, dompet dan beberapa kerajinan lain berhasil diproduksi ibu-ibu desa Wonosari.
Koleksi terbaru kerajinan tangan selalu ludes terjual dipasaran, bahkan tak jarang pembeli dari luar daerah menyempatkan datang langsung ke Desa Wonosari untuk melihat dan belajar membuat kerajinan tangan dari daur ulang sampah plastik tersebut.
Apa Saja Manfaat Yang Diperoleh Dari Daur Ulang Sampah?
Selain bernilai jual tinggi manfaat yang diperoleh dari daur ulang sampah yaitu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), mengurangi dampak lingkungan yang terjadi akibat pembuangan sampah ke lingkungan sekitar, dan juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dari penjualan produk daur ulang.
Melakukan daur ulang berarti telah berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Mendaur ulang sampah juga berarti menghemat sumber daya alam dan energi. Sampah dibuang ke lingkungan akan menimbulkan pencemaran.
Mendaur ulang plastik berarti mengurangi produksi plastik baru sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil hidrokarbon.
Apa Saja Sih Dampak Buruk Sampah Plastik?
Sampah plastik di Indonesia sendiri memang banyak, tercatat juga menjadi negara urutan kedua dengan sampah plastik terbesar setelah Tiongkok. Namun Data Sustainable Waste Indonesia (SWI), kurang dari 10% sampah plastik yang didaur ulang dan lebih dari 50% berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Data ini bukan berarti Indonesia memproduksi sampah plastik yang banyak, melainkan karena manajemen sampah plastik yang belum membaik. Sebagai pembanding, Amerika Serikat yang menggunakan plastik hingga 38 juta kilogram per hari mampu melakukan manajemen sampah plastik yang baik sehingga dapat dimaksimalkan.
Indonesia sendiri menggunakan 11 juta kilogram plastik per hari namun sampah yang tidak terkelola dengan baik mencapai 9 juta kilogram plastik per hari, berarti hanya ada 2 juta kilogram sampah yang melewati proses manajemen sampah plastik.
Oleh karna itu Desa Wonosari patut dijuluki “Si Desa unik penghasil kerajinan tangan dari daur ulang sampah plastik” karena kreativitas dan keunikanya dalam menciptakan koleksi kerajinan terbaru.




